http://dvdmurottal4mode.blogspot.com/


Headlines News :

Cetakan Coklat

    bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
    Paket Minyak Cinta 300x250
    Tampilkan postingan dengan label Tokoh Inspiratif Muslimah. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Tokoh Inspiratif Muslimah. Tampilkan semua postingan

    Tips Menjaga Tubuh Ideal, Inilah Rahasianya

    Saya juga anda menginginkan tubuh yang ideal, bukankah begitu? Mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, langsing, dan sehat merupakan dambaan semua orang. Program pelangsingan berharga puluhan juta rupiah, suntikan-suntikan yang belum jelas dampak negatifnya di kemudian hari pun dicoba.
    Di negara maju seperti Amerika dan Eropa, program pelangsingan dengan suntikan sampai sekarang masih belum sepenuhnya direkomendasikan oleh semua dokter karena masih dianggap belum jelas efek negatifnya di kemudian hari. Program pelangsingan apa pun yang Anda pilih, sebaiknya Anda memilih program yang benar-benar alamiah, tanpa suntikan atau makan obat obat diet sembarangan dan hasilnya permanen, tidak turun naik.
    Untuk mendapatkan tubuh yang langsing, sehat, dan permanen, Anda harus mengetahui dan menerapkan 5 rahasia ini:
    1.Terapkan Gaya Hidup Sehat
    Masalah yang paling sering terjadi adalah orang kebanyakan setelah beratnya turun dan atau lebih langsing, langsung kembali ke “kebiasaan buruk” lama mereka. Kebiasaan buruk ini biasanya gaya hidup yang malas –tidak pernah berolah raga, makan makanan berlemak yang berlebihan dan sebagainya. Ini tidak pernah akan bekerja. Turun berat badan dan kemudian naik kembali dan kemudian turun lagi sangat tidak sehat. Tubuh yang ideal secara permanen dimulai dengan “mindset” Anda, dan ini harus dimulai dengan menerapkan gaya hidup sehat sekarang juga.

    2.Olah Raga
    Jika ada program pelangsingan yang mengatakan bahwa dengan program mereka Anda dapat mendapatkan tubuh ideal yang permanen tanpa olah raga, berhati hatilah. Dengan olah raga tingkat metabolisme Anda akan meningkat, dan proses pembakaran lemak tentunya akan meningkat pula. Olah raga cukup dengan olah raga ringan seperti jalan cepat atau berenang. Jika ini dilakukan secara rutin 2-3 kali seminggu selama 30 menit per sesi, niscaya tubuh ideal akan menjadi milik Anda secara permanen.


    Kebanyakan orang menerapkan pola makan yang salah dan tidak sehat pada waktu mereka ingin mendapatkan tubuh yang ideal. Ada yang dengan sengaja tidak makan nasi sama sekali. Nasi dalam hal ini adalah sumber karbohidrat yang menjadi sumber energi dalam kita melakukan kegiatan sehari-hari. Jika asupan energi kurang biasanya yang bersangkutan akan merasa pusing, lemas tak bertenaga. Jelas ini bukan yang kita inginkan. Akibat yang lebih buruk lagi adalah biasanya dengan tidak menkonsumsi nasi, perut akan terasa lapar terus dan sebagai kompensasinya Anda akan ingin terus “ngemil”. Alhasil, bukan berat ideal yang Anda dapatkan, malah sebaliknya tubuh Anda akan makin gemuk.
    Makan 3 kali sehari (dengan porsi yang tidak berlebihan dan seimbang) plus selingi dengan 2 kali snack buah-buahan segar adalah cara terbaik untuk mendapatkan tubuh ideal anda dan lepas dari rasa lapar

    4.Tetapkan Goal Anda
    Menetapkan goal berat badan atau ukuran lingkar perut ideal yang Anda impikan sama pentingnya dengan kiat-kiat di atas. Bayangkan jika anda bepergian tanpa arah, apa yang Anda capai? Tidak ke mana-mana bukan? Sama halnya dengan usaha Anda mendapatkan tubuh yang sehat dan ideal. Tetapkan goal Anda sebelum memulai. Goal ini bisa berubah berat badan yang sesuai (gunakan index BMI) atau ukuran lingkar pinggang. Untuk wanita usahakan lingkar perut Anda dibawah 80 cm, sedangkan pria dibawah 90 cm. Jika lingkar perut Anda di atas angka tersebut, resiko terkena penyakit-penyakit seperti diabetes dan penyakit jantung sangat besar.

    5.Tidur Cukup

    Mungkin inilah yang paling kurang dimengerti oleh kebanyakan orang yang ingin mendapatkan berat tubuh ideal. Mengapa harus tidur cukup? Bukankah selama ini orang berpendapat bahwa banyak tidur bisa menyebabkan tubuh jadi gemuk? Otot Anda tidak akan dapat tumbuh dengan optimal tanpa tidur yang cukup. Anda akan merasa lemas tak bertenaga tanpa tidur yang cukup. Tidur malam hari disarankan 7-8 jam, tergantung umur. Untuk tidur yang berkualitas, lakukan peregangan otot ringan 5 menit sebelum tidur. Meditasi selama 15 menit juga sangat disarankan untuk relaksasi dan keseimbangan mind, body dan spirit. 
    Silahkan pelajari disini ; Rahasia Tubuh Ideal

    Tokoh Inspiratif Muslimah; Shahabiyah Sebagai Tenaga Medis

    Jika kita menilik kembali sejarah, maka kita bisa menemukan beberapa Sahabat Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam  yang memiliki andil dalam dunia kesehatan.walaupun di saat itu belum ada yang benar-benar fokus menjadi dokter atau bidan, kemudian membuka praktek khusus dengan plang nama di rumah mereka. Berikut beberapa dari mereka yang memiliki andil dalam dunia kesehatan.
    1.’Aisyah binti Abu Bakar radhiallahu ‘anha

    ‘Aisyah adalah sosok wanita yang cerdas. Kecerdasan beliau diakui oleh banyak para sahabat dan murid-murid beliau.
    Az-Zuhri Berkata,
    “Apabila ilmu Aisyah dikumpulkan dengan ilmu seluruh para wanita lain, maka ilmu Aisyah lebih utama.” (Siyar A’lam An-Nubala’  2/185)
    Atha’ berkata,
     “Aisyah adalah wanita yang paling faqih dan pendapat-pendapatnya adalah pendapat yang paling membawa kemaslahatan untuk umum.” (Siyar A’lam An-Nubala’  2/185)
    Kecerdasan ‘Aisyah radhiallahu ‘anha tercermin dari pintarnya ia juga dalam ilmu kedokteran yang membuat orang lain kagum, ia hanya sekedar mendengar dan menyaksikan tanpa ada yang mengajarkan secara langsung.
    Hisyam bin Urwah menceritakan dari ayahnya yang berkata,
    “Sungguh aku telah bertemu dengan Aisyah, maka aku tidak mendapatkan seorangpun yang lebih pintar darinya tentang Al Qur’an, hal-hal yang fardhu, sunnah, sya’ir, yang paling banyak meriwayatkan, sejarah Arab, ilmu nasab, ilmu ini, ilmu itu dan ilmu qhadi dan ilmu kedokteran, maka aku bertanya kepada beliau, “Wahai bibi, kepada siapa anda belajar tentang ilmu kedokteran?” Maka beliau menjawab, “Tatkala aku sakit, maka aku perhatikan gejala-gejalanya dan aku mendengar dari orang-orang menceritakan perihal sakitnya, kemudian aku menghafalnya.” ( Hilyatul Auliya’ 2/49)
    Suatu saat Hisyam bin Urwah berkata kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha,
     “Wahai ibu (ummul mukminin), saya tidak heran/takjub engkau pintar ilmu fiqh karena engkau adalah Istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan anak Abu Bakar. Saya juga tidak heran/takjub engkau ointar ilmu Sya’ir dan sejarah manusia (Arab) karena engkau adalah anak Abu Bakar dan Abu bakar adalah manusia yang paling pandai (mengenai sya’ir dan sejarah Arab). Akan tetapi saya heran/takjub engkau pintar ilmu kedokteran, bagaimana dan darimana engkau mempelajarinya?
    Kemudian ia memegang kedua pundakku dan berkata,
    Setiap utusan kabilah yang datang dari berbagai penjuru yang datang untuk mengobati sakit Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada akhir hayatnya, maka aku mengamati/pelajari dari mereka dan aku mengobati dengan ilmu dari sana.” (Hilyatul Auliya’ 2/50)
    Ibnu Abdil Barr Berkata,
     “Aisyah adalah satu-satunya wanita di zamannya yang memiliki kelebihan dalam tiga bidang ilmu: ilmu fiqih, ilmu kedokteran, dan ilmu syair.”

    2. Ummu Kultsum bin Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhuma
    Beliau pernah menjadi “bidan” membantu persalinan di masa khalifah Umar bin Khatthab radhillahu ‘anhu. Ya, tepatnya ketika beliau menemani sang suami yaitu khalifah Umar membantu rakyatnya, ketika itu khalifah Umar sedang melakukan kebiasaan rutinnya yaitu “ronda” pada malam hari melihat keadaan rakyatnya. Berikut kisahnya:
    Suatu ketika Umar keluar pada malam hari seperti biasanya untuk mengawasi rakyatnya (inilah keadaan setiap pemimpin yang bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya dalam naungan daulah Islamiyah), beliau melewati suatu desa di Madinah. Tiba-tiba, beliau mendengar suara rintihan seorang wanita yang bersumber dari dalam sebuah gubuk. Di depan pintu, ada seorang laki-laki yang sedang duduk.
    Umar mengucapkan salam kepadanya dan bertanya tentang apa yang terjadi. Laki-laki tersebut berkata bahwa dia adalah seorang Badui yang ingin mendapatkan kemurahan Amirul Mukminin. Umar bertanya tentang wanita di dalam gubuk yang beliau dengar rintihannya. Laki-laki tersebut tidak mengetahui bahwa yang berbicara dengannya adalah Amirul Mukminin, maka dia menjawab, “Pergilah Anda! Semoga Allah merahmati Anda sehingga mendapatkan hal yang Anda cari, dan janganlah Anda bertanya tentang sesuatu yang tak ada gunanya bagi Anda.”
    Umar kembali mengulang-ulang pertanyaannya agar dia dapat membantu kesulitannya, jika mungkin. Laki-laki tersebut menjawab, “Dia adalah istriku yang hendak melahirkan dan tak ada seorang pun yang dapat membantunya.” Umar pergi meninggalkan laki-laki tersebut dan kembali ke rumah dengan segera.
    Beliau masuk menemui istrinya, yakni Ummu Kultsumdan berkata, “Apakah kamu ingin mendapatkan pahala yang akan Allah limpahkan kepadamu?” Beliau menjawab dalam keadaan penuh antusias dan berbahagia dengan kabar gembira tersebut yang mana beliau merasa mendapatkan kehormatan karenanya, “Apa wujud kebaikan dan pahala tersebut, wahai Umar?” Maka Umar memberitahukan kejadian yang beliau temui, kemudian Ummu Kultsum segera bangkit dan mengambil peralatan untuk membantu melahirkan dan kebutuhan bagi bayi, sedangkan Amirul Mukminin membawa kuali yang di dalamnya ada mentega dan makanan. Beliau berangkat bersama istrinya hingga sampai ke gubuk tersebut.
    Ummu Kultsum masuk ke dalam gubuk dan membantu ibu yang hendak melahirkan, dan beliau bekerja dengan semangat seorang bidan. Sementara itu, Amirul Mukminin duduk-duduk bersama laki-laki tersebut di luar sambil memasak makanan yang beliau bawa. Tatkala istri laki-laki tadi melahirkan anaknya, Ummu Kultsum secara spontan berteriak dari dalam rumah, “Beritakan kabar gembira kepada temanmu, wahai Amirul Mukminin, bahwa Allah telah mengaruniakan kepadanya seorang anak laki-laki.” Hal itu membuat orang Badui tersebut terperanjat karena ternyata orang di sampingnya yang sedang memasak dan meniup api adalah Amirul Mukminin.

    3. Rufaidah binti Sa’ad radhiallahu ‘anha
    Beliau terkenal sebagai perawat muslim pertama dizaman rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam . Wanita berhati mulia ini bernama lengkap Rufaidah binti Sa’ad Bani Aslam Al-Khazraj. Beliau lahir di Yastrib dan tinggal di Madinah. Rufaidah termasuk kaum Anshar, yaitu golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah. Rufaidah mempelajari ilmu keperawatan saat ia bekerja membantu ayahnya yang berprofesi sebagai seorang dokter.
    Rufaidah adalah perawat profesional pertama dimasa sejarah islam. Beliau hidup di masa Nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wa sallam  di abad pertama Hijriah/abad ke-8 Sesudah Masehi, dan diilustrasikan sebagai perawat teladan, baik dan bersifat empati. Rufaidah seorang pemimpin, organisatoris, mampu memobilisasi dan memotivasi orang lain. Dan digambarkan pula memiliki pengalaman klinik yang dapat ditularkan kepada perawat lain, yang dilatih dan bekerja dengannya. Dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinikal semata, namun juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Rufaidah adalah public health nurse dan social worker, yang menjadi inspirasi bagi profesi perawat di dunia Islam.
    Ketika perang Badr, Uhud, Khandaq, dan perang khaibar, Rufaidah menjadi sukarelawan yang merawat korban terluka akibat perang. Beberapa kelompok wanita dilatihnya untuk menjadi perawat. Dalam perang Khaibar, mereka minta ijin kepada Nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wa sallam , untuk ikut di garis belakang pertempuran agar dapat merawat mereka yang terluka, dan Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam  mengijinkannya. Ketika damai, Rufaidah membangun tenda di luar Masjid Nabawi untuk merawat kaum muslimin yang sakit. Kemudian berkembang, dan berdirilah Rumah Sakit lapangan yang terkenal saat perang dan Nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wa sallam  sendiri memerintahkan korban yang terluka dirawat olehnya. Tercatat pula dalam sejarah saat perang Ghazwat Al-Khandaq, Sa’ad bin Ma’adh yang terluka dan tertancap panah di tangannya, dirawat oleh Rufaidah hingga sembuh.
    Beberapa wanita muslim yang terkenal sebagai perawat adalah :
    • Ku’ayibat,
    • Aminah binti Abi Qays Al-Ghifari,
    • Ummu Atiyah Al-Ansariyat, dan
    • Nusaibat binti Ka’ab Al-Maziniyat.
    Litelatur lain menyebutkan beberapa nama yang terkenal menjadi perawat ketika masa Nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wa sallam  saat perang dan damai adalah :
    • Rufaidah binti Sa’ad Al-Aslamiyyat,
    • Aminah binti Qays Al-Ghifariyat,
    • Ummu Atiyah Al-Anasaiyat,
    • Nusaibat binti Ka’ab Al-Amziniyat,
    • Zainab dari kaum Bani Awad yang ahli dalam penyakit dan bedah mata.

    Tokoh Muslimah Inspiratif; Sofiyah binti Abdul Muthalib

    Kita akan menelusuri jejak langkah tokoh-tokoh sohabiyah muslimah atau sohabiyah yang perkasa yang tak pernah melupakan fitroh kewanitaannya, yang cemerlang watak dan kepribadiannya, yang cerdas pola pikirannya, yang tegar diterpa badai cobaan, yang nama mereka pun harum sepanjang masa.
    Pada kesempatan kali ini kita akan menelusuri jejak Sofiyah binti Abdul Muthalib, sang bibi Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Beliau adalah seorang mukminah yang telah berbai’at kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, seorang mujahidah, wanita yang sabar, ahlus syair yang mulia. Dan Sofiyah binti Abdul Muthalib bin Hisyam bin Abdul Manaf bin Kusoy bin Kilab, beliau adalah wanita Quraisy dari Bani Hasim. Beliau adalah bibi Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, saudari dari singa Allah, Hamzah bin Abdul Muthalib, beliau juga seorang ibu dari sahabat agung, yaitu Zubair bin Awam. Sofiyah radhiallahu’anha tumbuh di rumah Abdul Muthalib pemuka Quraisy dan orang yang memiliki kedudukan yang tinggi, terpandang dan juga mulia, dialah yang dipercaya yang mengurus pendatang yang berhaji. Faktor lingkungan inilah yang membentuk Sofiyah menjadi seorang wanita yang kuat.
    Beliau adalah seorang wanita yang fasih lisannya dan ahli bahasa. Seorang cendekiawan dan seorang penunggang kuda yang pemberani. Beliau radhiallahu’anha termasuk wanita yang awal dalam mengimani putra saudaranya yang jujur dan juga terpercaya yaitu Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, dan juga bagus keislamannya. Beliau berhijrah bersama putranya yang bernama Zubair bin Awam untuk menjaga keislamannya.
    Sofiyah radhiallahu’anha menyaksikan tersebarnya Islam dan turut andil dalam menyebarkannya. Melihat perkembangan sikap kaum musyrik Quraisy yang semakin keras terhadap kaum muslimin, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam merasa khawatir para sahabatnya akan sedikit banyak berpengaruh dengan siksaan-siksaan pedih yang mereka terima, sehingga Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mengijinkan kaum muslimin untuk berhijrah ke Madinah. Sofiyah beserta putranya ikut serta berhijrah meninggalkan kampung halamannya dan juga harta kekayaannya dengan meraih pahala dan juga keridhoan dari Allah SWT.
    Meraka semua tinggal di tengah-tengah kaum Anshor yang memberikan perhatian penuh kepada segala sesuatu yang dibutuhkan oleh tamu-tamu agungnya. Di sanalah Sofiyah menghabiskan masa-masa yang paling indah dalam hidupnya karena senantiasa berada di tengah komunitas yang menjunjung nilai keimanan dan jauh dari siksaan dan kekejaman kaum musyrikin. Walaupun pada saat itu Sofiyah mencapai umur 60 tahun, namun faktor usia tidak menghalanginya untuk memberi andil yang sangat berharga di medan jihad yang tidak mungkin dilupakan oleh sejarah dan akan tetap menjadi lentera yang menerangi jalan-jalan para generasi islam pada masa berikutnya untuk meraih kemuliaan perjuangan dan juga pengorbanan.
    Sungguh, jihad merupakan darah dagingnya. Oleh karena itu, beliau tidak menyianyiakan kesempatan pada hari Uhud menjadi pelopor bagi para wanita yang ikut keluar untuk membantu para mujahidin dan mengobarkan semangat mereka untuk bertempur disamping beliau juga mengobati para mujahidin yang luka-luka di antara mereka.
    Tatkala takdir Allah menghendaki kaum muslimin terpukul mundur karena pasukan pemanahnya menyalahi perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sebagai panglima. Maka banyak pasukan yang berpencar dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Namun Sofiyah tetap berdiri dengan berani. Ia mengambil tombak dan mengacung-acungkannya kepada kaum muslimin yang lari berhamburan seraya berteriak, ”Kalian hendak meninggalkan Rasulullah berjuang seorang diri?”. Manakala Sofiyah mendengar kesyahidan Hamzah bin Abdul Muthalib radhiallahu’anhu yang dijuluki sebagai singa Allah yang dibunuh dengan sadis, maka Sofiyah memberikan teladan yang agung bagi kita semua dalam hal kesabaran ketabahan dan juga ketegaran.
    Pada hari terbunuhnya Hamzah, saudaranya, Zubair bin Awam sang putra tercinta menemui ibunya dan mengatakan bahwa Rasulullah menyuruh Sofiyah untuk kembali. Akan tetapi Sofiyah mengatakan, ”Sungguh telah sampai kepadaku tentang dibincangkannya saudaraku. Namun dia syahid karena Allah. Kami sangat ridho dengan apa yang telah terjadi. Sungguh aku akan bersabar dan juga tabah, insya Allah.”
    Setelah Zubair radhiallahu’anhu memberitahukan kepada Rasulullah tentang komentar Sofiyah tersebut, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam memberikan jalan untuknya, maka Sofiyah mendapatkan Hamzah dan langsung ber-istirja, ”Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun”. Kemudan Sofiyah memohonkan ampun baginya. Dan setelah itu, Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk menguburkannya.
    Tatkala terjadi perang khondaq, saat pasukan Yahudi mencoba menyerang tempat kaum wanita dan ketika itu ketika kaum muslimah dan anak-anak berada dalam sebuah benteng. Di sana ada juga Hasan Bin Tsabit radhiallahu’anhu. Tatkala ada orang Yahudi mengelilingi benteng, sedangkan kaum muslimin sedang menghadapi musuh, maka berdirilah Sofiyah radhiallahu’anha dan menyuruh Hasan untuk membunuh Yahudi tersebut. Akan tetapi Hasan mengatakan bahwa membunuh bukanlah keahliannya. Ketika Sofiyah mendengarkan jawaban Hasan, beliau langsung bangkit dan dengan semangat yang ada di jiwanya beliau mengambil tongkat yang keras kemudian turun dari benteng. Beliau menunggu kesempatan lengahnya orang Yahudi tersebut lalu beliau memukulnya tepat pada ubun-ubun secara bertubi-tubi hingga dapat membunuhnya. Beliau memang wanita pertama yang membunuh laki-laki. Beliau kembali ke benteng dan tersirat kegembiraan pada kedua matanya karena mampu menghabsi musuh Allah yang berarti pula menjaga rahasia persembunyian para wanita dan juga kaum muslimah dari mereka.
    Begitulah kaum muslimin mendapatkan kemenangan dalam peperangan ini dari jiwa yang beriman dan juga pemberani yang tidak kenal istilah mustahil dalam meraih jalan kemenangan.
    Tatkala perang Khaibar, Sofiyah radhiallahu’anha keluar bersama kaum muslimah untuk memompa semangat kaum muslimin. Mereka membuat perkemahan di medan jihad untuk mengobati pasukan yang terluka karena perang. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam merasa senang dengan peran para mujahidah sehingga mereka juga mendapatkan bagian dari rampasan perang. Nabi Shallallahu alaihi wasallam mencintai bibinya, Sofiyah radhiallahu’anha, dan memuliakan beliau serta memberikannya kepada beliau bagian yang banyak.
    Tatkalah turun ayat
    وَأَََََََنذِرْعَشِيرَتَكَﭐﻷَقْرَبِينَ
    ”Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat” (QS. Asy syu’araa’ ayat 214).
    Beliau bersabda, ”Hai Fatimah binti Muhammad. Hai Sofiyah binti Abdul Muthalib. Wahai Bani Abdul Muthalib aku tidak kuasa menolong kalian dari siksa Allah. Mintalah padaku apa saja yang ada padaku”.
    Sofiyah radhiallahu’anha mencintai Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sejak kecilnya dan juga mengikutinya. Beliau takjub dengan keadaan nabi dan akhirnya mengimani kenabian beliau, menyertai beliau dalam peperangan dan merasa sedih tatkala wafatnya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Sofiyah radhiallahu’anha hidup sepeninggalan Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam dengan penuh kewibawaan dan juga dimuliakan. Semua orang mengetahui keutamaan dan juga kedudukan beliau. Beliau tetap memegang teguh ajaran-ajaran Nabi Shallallahu alaihi wasallam. Dia tetap tekun beribadah, rajin shalat malam, serta pasrah kepada Allah SWT.
    Akhirnya Sofiyah meninggal dunia pada tahun 20 H pada usia 70 tahun lebih pada jaman khalifah Umar bin Khatab. Semoga Allah meridhoi Sofiyah binti Abdul Muthalib. Ia adalah seorang wanita yang pantas menjadi teladan ideal bagi setiap wanita muslimah. Ia adalah seorang wanita pendidik yang telah berhasil melahirkan orang-orang besar dan semoga Allah merahmati Sofiyah dan sungguh beliau ibarat menara yang tinggi dalam sejarah islam dan dalam perjalanan hidup yang sangat baik dalam hal pengorbanan dan juga jihad untuk menolong agama Allah.
    Demikian sirah sohabiyah kali ini.
    Wallahu ’alam.

     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Tutorial Cara Berjilbab - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger