http://dvdmurottal4mode.blogspot.com/


Headlines News :

Cetakan Coklat

    bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
    Paket Minyak Cinta 300x250

    Tokoh Inspiratif Muslimah; Shahabiyah Sebagai Tenaga Medis

    Jika kita menilik kembali sejarah, maka kita bisa menemukan beberapa Sahabat Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam  yang memiliki andil dalam dunia kesehatan.walaupun di saat itu belum ada yang benar-benar fokus menjadi dokter atau bidan, kemudian membuka praktek khusus dengan plang nama di rumah mereka. Berikut beberapa dari mereka yang memiliki andil dalam dunia kesehatan.
    1.’Aisyah binti Abu Bakar radhiallahu ‘anha

    ‘Aisyah adalah sosok wanita yang cerdas. Kecerdasan beliau diakui oleh banyak para sahabat dan murid-murid beliau.
    Az-Zuhri Berkata,
    “Apabila ilmu Aisyah dikumpulkan dengan ilmu seluruh para wanita lain, maka ilmu Aisyah lebih utama.” (Siyar A’lam An-Nubala’  2/185)
    Atha’ berkata,
     “Aisyah adalah wanita yang paling faqih dan pendapat-pendapatnya adalah pendapat yang paling membawa kemaslahatan untuk umum.” (Siyar A’lam An-Nubala’  2/185)
    Kecerdasan ‘Aisyah radhiallahu ‘anha tercermin dari pintarnya ia juga dalam ilmu kedokteran yang membuat orang lain kagum, ia hanya sekedar mendengar dan menyaksikan tanpa ada yang mengajarkan secara langsung.
    Hisyam bin Urwah menceritakan dari ayahnya yang berkata,
    “Sungguh aku telah bertemu dengan Aisyah, maka aku tidak mendapatkan seorangpun yang lebih pintar darinya tentang Al Qur’an, hal-hal yang fardhu, sunnah, sya’ir, yang paling banyak meriwayatkan, sejarah Arab, ilmu nasab, ilmu ini, ilmu itu dan ilmu qhadi dan ilmu kedokteran, maka aku bertanya kepada beliau, “Wahai bibi, kepada siapa anda belajar tentang ilmu kedokteran?” Maka beliau menjawab, “Tatkala aku sakit, maka aku perhatikan gejala-gejalanya dan aku mendengar dari orang-orang menceritakan perihal sakitnya, kemudian aku menghafalnya.” ( Hilyatul Auliya’ 2/49)
    Suatu saat Hisyam bin Urwah berkata kepada ‘Aisyah radhiallahu ‘anha,
     “Wahai ibu (ummul mukminin), saya tidak heran/takjub engkau pintar ilmu fiqh karena engkau adalah Istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan anak Abu Bakar. Saya juga tidak heran/takjub engkau ointar ilmu Sya’ir dan sejarah manusia (Arab) karena engkau adalah anak Abu Bakar dan Abu bakar adalah manusia yang paling pandai (mengenai sya’ir dan sejarah Arab). Akan tetapi saya heran/takjub engkau pintar ilmu kedokteran, bagaimana dan darimana engkau mempelajarinya?
    Kemudian ia memegang kedua pundakku dan berkata,
    Setiap utusan kabilah yang datang dari berbagai penjuru yang datang untuk mengobati sakit Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada akhir hayatnya, maka aku mengamati/pelajari dari mereka dan aku mengobati dengan ilmu dari sana.” (Hilyatul Auliya’ 2/50)
    Ibnu Abdil Barr Berkata,
     “Aisyah adalah satu-satunya wanita di zamannya yang memiliki kelebihan dalam tiga bidang ilmu: ilmu fiqih, ilmu kedokteran, dan ilmu syair.”

    2. Ummu Kultsum bin Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhuma
    Beliau pernah menjadi “bidan” membantu persalinan di masa khalifah Umar bin Khatthab radhillahu ‘anhu. Ya, tepatnya ketika beliau menemani sang suami yaitu khalifah Umar membantu rakyatnya, ketika itu khalifah Umar sedang melakukan kebiasaan rutinnya yaitu “ronda” pada malam hari melihat keadaan rakyatnya. Berikut kisahnya:
    Suatu ketika Umar keluar pada malam hari seperti biasanya untuk mengawasi rakyatnya (inilah keadaan setiap pemimpin yang bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya dalam naungan daulah Islamiyah), beliau melewati suatu desa di Madinah. Tiba-tiba, beliau mendengar suara rintihan seorang wanita yang bersumber dari dalam sebuah gubuk. Di depan pintu, ada seorang laki-laki yang sedang duduk.
    Umar mengucapkan salam kepadanya dan bertanya tentang apa yang terjadi. Laki-laki tersebut berkata bahwa dia adalah seorang Badui yang ingin mendapatkan kemurahan Amirul Mukminin. Umar bertanya tentang wanita di dalam gubuk yang beliau dengar rintihannya. Laki-laki tersebut tidak mengetahui bahwa yang berbicara dengannya adalah Amirul Mukminin, maka dia menjawab, “Pergilah Anda! Semoga Allah merahmati Anda sehingga mendapatkan hal yang Anda cari, dan janganlah Anda bertanya tentang sesuatu yang tak ada gunanya bagi Anda.”
    Umar kembali mengulang-ulang pertanyaannya agar dia dapat membantu kesulitannya, jika mungkin. Laki-laki tersebut menjawab, “Dia adalah istriku yang hendak melahirkan dan tak ada seorang pun yang dapat membantunya.” Umar pergi meninggalkan laki-laki tersebut dan kembali ke rumah dengan segera.
    Beliau masuk menemui istrinya, yakni Ummu Kultsumdan berkata, “Apakah kamu ingin mendapatkan pahala yang akan Allah limpahkan kepadamu?” Beliau menjawab dalam keadaan penuh antusias dan berbahagia dengan kabar gembira tersebut yang mana beliau merasa mendapatkan kehormatan karenanya, “Apa wujud kebaikan dan pahala tersebut, wahai Umar?” Maka Umar memberitahukan kejadian yang beliau temui, kemudian Ummu Kultsum segera bangkit dan mengambil peralatan untuk membantu melahirkan dan kebutuhan bagi bayi, sedangkan Amirul Mukminin membawa kuali yang di dalamnya ada mentega dan makanan. Beliau berangkat bersama istrinya hingga sampai ke gubuk tersebut.
    Ummu Kultsum masuk ke dalam gubuk dan membantu ibu yang hendak melahirkan, dan beliau bekerja dengan semangat seorang bidan. Sementara itu, Amirul Mukminin duduk-duduk bersama laki-laki tersebut di luar sambil memasak makanan yang beliau bawa. Tatkala istri laki-laki tadi melahirkan anaknya, Ummu Kultsum secara spontan berteriak dari dalam rumah, “Beritakan kabar gembira kepada temanmu, wahai Amirul Mukminin, bahwa Allah telah mengaruniakan kepadanya seorang anak laki-laki.” Hal itu membuat orang Badui tersebut terperanjat karena ternyata orang di sampingnya yang sedang memasak dan meniup api adalah Amirul Mukminin.

    3. Rufaidah binti Sa’ad radhiallahu ‘anha
    Beliau terkenal sebagai perawat muslim pertama dizaman rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam . Wanita berhati mulia ini bernama lengkap Rufaidah binti Sa’ad Bani Aslam Al-Khazraj. Beliau lahir di Yastrib dan tinggal di Madinah. Rufaidah termasuk kaum Anshar, yaitu golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah. Rufaidah mempelajari ilmu keperawatan saat ia bekerja membantu ayahnya yang berprofesi sebagai seorang dokter.
    Rufaidah adalah perawat profesional pertama dimasa sejarah islam. Beliau hidup di masa Nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wa sallam  di abad pertama Hijriah/abad ke-8 Sesudah Masehi, dan diilustrasikan sebagai perawat teladan, baik dan bersifat empati. Rufaidah seorang pemimpin, organisatoris, mampu memobilisasi dan memotivasi orang lain. Dan digambarkan pula memiliki pengalaman klinik yang dapat ditularkan kepada perawat lain, yang dilatih dan bekerja dengannya. Dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinikal semata, namun juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Rufaidah adalah public health nurse dan social worker, yang menjadi inspirasi bagi profesi perawat di dunia Islam.
    Ketika perang Badr, Uhud, Khandaq, dan perang khaibar, Rufaidah menjadi sukarelawan yang merawat korban terluka akibat perang. Beberapa kelompok wanita dilatihnya untuk menjadi perawat. Dalam perang Khaibar, mereka minta ijin kepada Nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wa sallam , untuk ikut di garis belakang pertempuran agar dapat merawat mereka yang terluka, dan Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam  mengijinkannya. Ketika damai, Rufaidah membangun tenda di luar Masjid Nabawi untuk merawat kaum muslimin yang sakit. Kemudian berkembang, dan berdirilah Rumah Sakit lapangan yang terkenal saat perang dan Nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wa sallam  sendiri memerintahkan korban yang terluka dirawat olehnya. Tercatat pula dalam sejarah saat perang Ghazwat Al-Khandaq, Sa’ad bin Ma’adh yang terluka dan tertancap panah di tangannya, dirawat oleh Rufaidah hingga sembuh.
    Beberapa wanita muslim yang terkenal sebagai perawat adalah :
    • Ku’ayibat,
    • Aminah binti Abi Qays Al-Ghifari,
    • Ummu Atiyah Al-Ansariyat, dan
    • Nusaibat binti Ka’ab Al-Maziniyat.
    Litelatur lain menyebutkan beberapa nama yang terkenal menjadi perawat ketika masa Nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wa sallam  saat perang dan damai adalah :
    • Rufaidah binti Sa’ad Al-Aslamiyyat,
    • Aminah binti Qays Al-Ghifariyat,
    • Ummu Atiyah Al-Anasaiyat,
    • Nusaibat binti Ka’ab Al-Amziniyat,
    • Zainab dari kaum Bani Awad yang ahli dalam penyakit dan bedah mata.

    Contoh Model Hijab Untuk Wanita Berkebaya

    Semakin hari sebuah gaya berjilbab modern kian menjadi balutan busana hijab dengan inovasi dan kreasi yang modern dan lebih modis dibandingkan dengan jauh pada sebelumnya pada saat belum mengalami trend fashion hijab modern. Yang dimana memang bagi kaum perempuan, sebuah penampilan merupakan hal utama yang sangat penting untuk diprioritaskan akan kenyamanan dan kemapanannya. Sehingga anggapan miring mengenai dengan berhijab terdapat batasan dalam bergerak dan mengepakkan karirnya dengan karyanya yang gemilang saat ini telah tergantikan dan telah terjawab pula bahwasannya anggapan miring tersebut tidak lah benar adanya. Karena memang yang telah dapat kita ketahui saat ini tentu siapa pun dapat berkarya dan berkarir tergantung dari masing - masing cara muslimah tersebut untuk dapat meraih kesuksesannya.

    Contoh Model Hijab Modern Untuk Kebaya Terpopuler 2015

    Contoh Model Hijab Modern Untuk Kebaya Terpopuler 2015
    Berbagai macam perkembangan desain rancangan busana hijab semakin hari semakin dirasakan dampak positivnya oleh masyarakat. Di mana bukan hanya tempilan desain busana hijab saja yang modern dan fashionable, melainkan para pemakainya juga nampak sangat modis dan fashionable mengikuti trend perkembangan model jilbab terbaru saat ini. Dari banyaknya model kerudung modern terbaru abad ini sangat dirasakan sekali manfaatnya. Di mana telah mampu membawa angin segar pada dunia fashion hijab modern yang dapat memberikan warna - warn baru pada trend fashion hijab. Sehingga rasa jenuh dan bosan akan model - model kerudung yang terdahulu telah hilang karena telah diobati langsung dengan berbagai macam jenis model jilbab - jilbab yang modern dan terbaru. 
    Model Hijab Modern Untuk Kebaya
    Gambar Hijab Modern Untuk Kebaya
    Saat ini pula fashion hijab modern telah menjadi sebuah barometer akan nuansa kreasi gaya pada seorang muslimah dengan mengkreasikan trend model berkerudungnya yang sedemikian rupa menjadi sebuah balutan hijab modis yang sangat indah senada dan serasi dengan balutan busana muslimnya pula yang dikenakan. Tentu fashion hijab modern ini telah menjulang dengan tingginya karena mampu menarik banyak kalangan untuk turut andil mengikuti setiap perkembangan yang ada. Bahkan yang pada sebelumnya juga masih enggan untuk menutup mahkota indahnya, saat ini pun telah tergugah untuk turut serta karena memang dari setiap desain model kerudung keluaran terbaru lebih mempunya kesan fashion yang sangat tinggi. Hal itu lah yang mampu menarik perhatian banyak remaja wanita muslim di Indonesia ini.
    Hijab Modern Untuk Kebaya
    Contoh Foto Hijab Modern Untuk Kebaya
    Bahkan tak jarang dari segala aktifitasi yang ditekuninya pun telah mulai istiqomah dalam memakai hijab. Baik untuk acara santai ataupun untuk acara - acara resmi seperti perayaan prosesi acara wisuda dan acara sakral seperti acara pernikahan. Mereka telah memilih untuk senantiasa mengenakan kerudung pada moment bersejarah tersebut.
    Aneka Koleksi Hijab Modern Untuk Kebaya Terbaru
    Foto Hijab Modern Untuk Kebaya
    Untuk mengetahui contoh model hijab modern yang pas untuk digunakan ada yang harus anda ketahui sebelum menentukan kerudung modern yang akan anda pakai nantinya, yaitu dengan memilih busana muslim yang anda kenakan dulu. Dengan begitu anda akan lebih mudah menyesuaikan model hijab modern terkini yang akan anda sesuaikan dengan busana muslim anda. Salah satu contoh model hijab modern untuk kebaya merupakan sebagian model baju muslim yang sering digunakan dalam kegiatan wisuda, pertemuan keluarga, pernikahan dan pesta. 
    Gambar Hijab Modern Untuk Kebaya Terbaru 2015
    Koleksi Hijab Modern Untuk Kebaya Terbaru
    Untuk itu kami memberikan beberapa ulasan Contoh Model Hijab Modern Untuk Kebaya Terpopuler 2015 dimana difungsikan untuk membantu anda agar terinspirasi dengan model-model hijab modern masa kini yang lagi trend dikalangan para hijaber. Ulasan yang kami bahas juga memberikan beberapa contoh gambar model hijab modern untuk kebaya yang mana bertujuan bagi anda yang mengalami kendala permasalahan dalam kesulitan memilih jenis kerudung modern yang tepat.
    Koleksi Hijab Modern Untuk Kebaya
    Trend Model Hijab Modern Untuk Kebaya
    Hanya demikian saja ulasan kami kali ini. Semoga dapat lah bermanfaat bagi anda semua. Kami juga telah siapkan suguhan menarik lainnya terkait mengenai Trend Model Hijab Modern Untuk Kerja. Terimakasih telah senantiasa berkunjung pada blog kami. Tentu akan setia kami nantikan pula kunjungan - kunjungan anda selanjutnya. Kami Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan artikel sederhana ini. Terimakasih.
     

    Tokoh Muslimah Inspiratif; Sofiyah binti Abdul Muthalib

    Kita akan menelusuri jejak langkah tokoh-tokoh sohabiyah muslimah atau sohabiyah yang perkasa yang tak pernah melupakan fitroh kewanitaannya, yang cemerlang watak dan kepribadiannya, yang cerdas pola pikirannya, yang tegar diterpa badai cobaan, yang nama mereka pun harum sepanjang masa.
    Pada kesempatan kali ini kita akan menelusuri jejak Sofiyah binti Abdul Muthalib, sang bibi Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Beliau adalah seorang mukminah yang telah berbai’at kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, seorang mujahidah, wanita yang sabar, ahlus syair yang mulia. Dan Sofiyah binti Abdul Muthalib bin Hisyam bin Abdul Manaf bin Kusoy bin Kilab, beliau adalah wanita Quraisy dari Bani Hasim. Beliau adalah bibi Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, saudari dari singa Allah, Hamzah bin Abdul Muthalib, beliau juga seorang ibu dari sahabat agung, yaitu Zubair bin Awam. Sofiyah radhiallahu’anha tumbuh di rumah Abdul Muthalib pemuka Quraisy dan orang yang memiliki kedudukan yang tinggi, terpandang dan juga mulia, dialah yang dipercaya yang mengurus pendatang yang berhaji. Faktor lingkungan inilah yang membentuk Sofiyah menjadi seorang wanita yang kuat.
    Beliau adalah seorang wanita yang fasih lisannya dan ahli bahasa. Seorang cendekiawan dan seorang penunggang kuda yang pemberani. Beliau radhiallahu’anha termasuk wanita yang awal dalam mengimani putra saudaranya yang jujur dan juga terpercaya yaitu Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, dan juga bagus keislamannya. Beliau berhijrah bersama putranya yang bernama Zubair bin Awam untuk menjaga keislamannya.
    Sofiyah radhiallahu’anha menyaksikan tersebarnya Islam dan turut andil dalam menyebarkannya. Melihat perkembangan sikap kaum musyrik Quraisy yang semakin keras terhadap kaum muslimin, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam merasa khawatir para sahabatnya akan sedikit banyak berpengaruh dengan siksaan-siksaan pedih yang mereka terima, sehingga Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mengijinkan kaum muslimin untuk berhijrah ke Madinah. Sofiyah beserta putranya ikut serta berhijrah meninggalkan kampung halamannya dan juga harta kekayaannya dengan meraih pahala dan juga keridhoan dari Allah SWT.
    Meraka semua tinggal di tengah-tengah kaum Anshor yang memberikan perhatian penuh kepada segala sesuatu yang dibutuhkan oleh tamu-tamu agungnya. Di sanalah Sofiyah menghabiskan masa-masa yang paling indah dalam hidupnya karena senantiasa berada di tengah komunitas yang menjunjung nilai keimanan dan jauh dari siksaan dan kekejaman kaum musyrikin. Walaupun pada saat itu Sofiyah mencapai umur 60 tahun, namun faktor usia tidak menghalanginya untuk memberi andil yang sangat berharga di medan jihad yang tidak mungkin dilupakan oleh sejarah dan akan tetap menjadi lentera yang menerangi jalan-jalan para generasi islam pada masa berikutnya untuk meraih kemuliaan perjuangan dan juga pengorbanan.
    Sungguh, jihad merupakan darah dagingnya. Oleh karena itu, beliau tidak menyianyiakan kesempatan pada hari Uhud menjadi pelopor bagi para wanita yang ikut keluar untuk membantu para mujahidin dan mengobarkan semangat mereka untuk bertempur disamping beliau juga mengobati para mujahidin yang luka-luka di antara mereka.
    Tatkala takdir Allah menghendaki kaum muslimin terpukul mundur karena pasukan pemanahnya menyalahi perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sebagai panglima. Maka banyak pasukan yang berpencar dari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Namun Sofiyah tetap berdiri dengan berani. Ia mengambil tombak dan mengacung-acungkannya kepada kaum muslimin yang lari berhamburan seraya berteriak, ”Kalian hendak meninggalkan Rasulullah berjuang seorang diri?”. Manakala Sofiyah mendengar kesyahidan Hamzah bin Abdul Muthalib radhiallahu’anhu yang dijuluki sebagai singa Allah yang dibunuh dengan sadis, maka Sofiyah memberikan teladan yang agung bagi kita semua dalam hal kesabaran ketabahan dan juga ketegaran.
    Pada hari terbunuhnya Hamzah, saudaranya, Zubair bin Awam sang putra tercinta menemui ibunya dan mengatakan bahwa Rasulullah menyuruh Sofiyah untuk kembali. Akan tetapi Sofiyah mengatakan, ”Sungguh telah sampai kepadaku tentang dibincangkannya saudaraku. Namun dia syahid karena Allah. Kami sangat ridho dengan apa yang telah terjadi. Sungguh aku akan bersabar dan juga tabah, insya Allah.”
    Setelah Zubair radhiallahu’anhu memberitahukan kepada Rasulullah tentang komentar Sofiyah tersebut, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam memberikan jalan untuknya, maka Sofiyah mendapatkan Hamzah dan langsung ber-istirja, ”Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun”. Kemudan Sofiyah memohonkan ampun baginya. Dan setelah itu, Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk menguburkannya.
    Tatkala terjadi perang khondaq, saat pasukan Yahudi mencoba menyerang tempat kaum wanita dan ketika itu ketika kaum muslimah dan anak-anak berada dalam sebuah benteng. Di sana ada juga Hasan Bin Tsabit radhiallahu’anhu. Tatkala ada orang Yahudi mengelilingi benteng, sedangkan kaum muslimin sedang menghadapi musuh, maka berdirilah Sofiyah radhiallahu’anha dan menyuruh Hasan untuk membunuh Yahudi tersebut. Akan tetapi Hasan mengatakan bahwa membunuh bukanlah keahliannya. Ketika Sofiyah mendengarkan jawaban Hasan, beliau langsung bangkit dan dengan semangat yang ada di jiwanya beliau mengambil tongkat yang keras kemudian turun dari benteng. Beliau menunggu kesempatan lengahnya orang Yahudi tersebut lalu beliau memukulnya tepat pada ubun-ubun secara bertubi-tubi hingga dapat membunuhnya. Beliau memang wanita pertama yang membunuh laki-laki. Beliau kembali ke benteng dan tersirat kegembiraan pada kedua matanya karena mampu menghabsi musuh Allah yang berarti pula menjaga rahasia persembunyian para wanita dan juga kaum muslimah dari mereka.
    Begitulah kaum muslimin mendapatkan kemenangan dalam peperangan ini dari jiwa yang beriman dan juga pemberani yang tidak kenal istilah mustahil dalam meraih jalan kemenangan.
    Tatkala perang Khaibar, Sofiyah radhiallahu’anha keluar bersama kaum muslimah untuk memompa semangat kaum muslimin. Mereka membuat perkemahan di medan jihad untuk mengobati pasukan yang terluka karena perang. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam merasa senang dengan peran para mujahidah sehingga mereka juga mendapatkan bagian dari rampasan perang. Nabi Shallallahu alaihi wasallam mencintai bibinya, Sofiyah radhiallahu’anha, dan memuliakan beliau serta memberikannya kepada beliau bagian yang banyak.
    Tatkalah turun ayat
    وَأَََََََنذِرْعَشِيرَتَكَﭐﻷَقْرَبِينَ
    ”Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat” (QS. Asy syu’araa’ ayat 214).
    Beliau bersabda, ”Hai Fatimah binti Muhammad. Hai Sofiyah binti Abdul Muthalib. Wahai Bani Abdul Muthalib aku tidak kuasa menolong kalian dari siksa Allah. Mintalah padaku apa saja yang ada padaku”.
    Sofiyah radhiallahu’anha mencintai Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sejak kecilnya dan juga mengikutinya. Beliau takjub dengan keadaan nabi dan akhirnya mengimani kenabian beliau, menyertai beliau dalam peperangan dan merasa sedih tatkala wafatnya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Sofiyah radhiallahu’anha hidup sepeninggalan Rosulullah Shallallahu alaihi wasallam dengan penuh kewibawaan dan juga dimuliakan. Semua orang mengetahui keutamaan dan juga kedudukan beliau. Beliau tetap memegang teguh ajaran-ajaran Nabi Shallallahu alaihi wasallam. Dia tetap tekun beribadah, rajin shalat malam, serta pasrah kepada Allah SWT.
    Akhirnya Sofiyah meninggal dunia pada tahun 20 H pada usia 70 tahun lebih pada jaman khalifah Umar bin Khatab. Semoga Allah meridhoi Sofiyah binti Abdul Muthalib. Ia adalah seorang wanita yang pantas menjadi teladan ideal bagi setiap wanita muslimah. Ia adalah seorang wanita pendidik yang telah berhasil melahirkan orang-orang besar dan semoga Allah merahmati Sofiyah dan sungguh beliau ibarat menara yang tinggi dalam sejarah islam dan dalam perjalanan hidup yang sangat baik dalam hal pengorbanan dan juga jihad untuk menolong agama Allah.
    Demikian sirah sohabiyah kali ini.
    Wallahu ’alam.

    Tren Model Hijab Modern Untuk Pengantin 2015

    10 Model Hijab Modern untuk Pengantin Terbaru 2015 -  Hijab modern sudah sangat lazim digunakan dikalangan wanita muslimah. Hal ini membuat para wanita semakin merasa percaya diri dengan kesehariannya untuk tampil di depan banyak orang. Dengan berhijab yang modern akan membuat banyak orang yang melihatnya juga merasa menikmati indahnya dunia fashion hijab modern. Dengan adanya jenis-jenis dan model hijab modern yang tiap waktunya bertambah membawa trend terbaru tentang jilbab modis sehingga membuat para hijabers semakin bersemangat untuk terus mengikuti trend hijab modern masa kini yang dipikirnya merupakan suatu kebutuhan untuk memperindah dan mempercantik diri secara syar’i.

    Model Hijab Modern Untuk Pengantin

    Hijab Pengantin Modern

    Hijab Pengantin

    Model Hijab Pengantin
    Dengan berhijab tidak akan membatasi ruang gerak kita. Entah itu di dunia perkantoran, perkuliahan, bahkan saat kita sedang bersantai sekalipun. Dulunya banyak yang beranggapan bahwa dengan memakai hijab itu sulit untuk mendapatkan eksistensi dari sebuah karir. Hal ini justru pemikiran yang salah. Bukankah eksistensi itu sendiri tergantung dengan adanya skill yang kita punya. Dan tentu saja sudah ada Tuhan yang mengaturnya. Kita tinggal menjalankan dan mempertahankannya. Bahkan saat ini hijab modern kebaya sudah digunakan untuk acara – acara yang formal dan sakral sekalipun. Yaitu seperti halnya acara pernikahan. Banyak kaum wanita muslimah yang sudah menggunakan model hijab modern untuk pengantin.

    Model Hijab Pengantin Muslimah

    Hijab Modern Untuk Pengantin

    Model Hijab Modern Untuk Pengantin
    Model Hijab Buat Pengantin

    Tentu saja pilihan hijab modern untuk acara pengantin adalah hijab modern yang syar’i. Yang terlihat anggun, menawan dan indah. Tak sedikit wanita muslimah yang telah memakai adat islami yang modern pada acara sakral tersebut. Model hijab kebaya untuk pengantin sangatlah berfariasi dan tidak kalah menarik dengan busana adat tradisional pada acara pernikahan lainnya. Dengan begitu kita sudah dapat memilih model hijab pengantin yang sesuai dengan keinginan kita. Tentunya pada wedding organation yang menyediakan busana adat islami. Berikut merupakan model-model hijab pengantin modern terkini yang dapat penulis rekomendasikan untuk anda, para pecinta hijab.

    Contoh Model Hijab Pengantin

    Model - Model Hijab Pengantin

    Model Hijab Pengantin Muslim

    Menarik bukan jika tak hanya pada keseharian saja kita mengenakan hijab. Melainkan pada acara sakral yang kita nantikan kita dapat terlihat sebagai muslimah sejati yang menawan dan elegan di mata banyak orang yang memandang kita. Semoga dengan rekomendasi dari Koleksi Hijab Modern Untuk Pengantin dapat menjadi acuan untuk pilihan anda saat anda duduk khidmat sebagai pengantin wanita sholehah di pelaminan nanti. Sebagai petunjuk lain kami juga mempunyai ulasan terkait 10 Model Hijab Modern untuk Kebaya Terbaru. Cukup demikian saja seklumit tentang warna-warni model hijab pengantin yang modern. Terimakasih banyak sudah meluangkan waktunya untuk mampir dan sekedar membaca coretan-coretan kecil yang semoga bermanfaat untuk anda.

    Penjara Cinta; Belajar Dari Nabi Yusuf

    Belajar dari laki-laki paling tampan di muka bumi. Andai ketampanan adalah bumi, maka separuhnya ia miliki sendiri. Nabiyullah Yusuf alaihis salam. Kisahnya ditulis dengan penuh mukjizat dalam Al Quran. Dikumpulkan dalam satu surat tersendiri.
    Singkat cerita, karena Yusuf tidak mau menuruti keinginan nista istri penguasa Mesir, maka akhirnya Yusuf harus merasakan getirnya penjara. Bertahun-tahun lamanya.
    Tapi Yusuf tetap mulia. Karena penjara bersaksi akan kemuliaannya. Dan ia masuk ke dalamnya bukan karena kesalahan. Justru yang salah adalah yang memenjara.
    Ingin tahu apa kemuliaan yang dilakukan oleh Yusuf dalam penjara? Ini kisahnya dan berikut hikmahnya tentang penjara cinta.

    Dia menghibur orang yang sedih, menjenguk yang sakit, mengobati yang terluka, shalat sepanjang malam, menangis hingga dinding, atap dan pintu ikut menangis, penjara menjadi suci karenanya, para penghuni penjara merasa nyaman dengannya, jika ada seseorang yang telah keluar dari hukuman penjara, ia akan kembali untuk duduk di penjara dengan Yusuf. Penjaga penjara pun mencintainya hingga ia berikan keluasan.
    Ada yang berkata: Wahai Yusuf, sungguh aku mencitaimu dengan kecintaan yang belum pernah aku miliki sebelumnya.
    Yusuf menjawab: Aku berlindung kepada Allah dari cintamu.
    Orang itu bertanya heran: Mengapa begitu?
    Yusuf menjawab: Aku dicintai ayahku, maka saudara-saudaraku berbuat makar kepadaku. Tuan wanitaku mencintaiku, maka aku dipenjara seperti yang kau lihat. (Dari Ibnu Abbas, lihat: Tafsir Al Qurthubi)
    Sungguh mulia jiwa Yusuf. Ia mulia sebelum masuk penjara. Dan tetap mulia walau dikurung dalam penjara.
    Kita ingin belajar dari dialog Yusuf dengan pengagumnya yang mengaguminya karena ilmu dan kesholehannya. Rasa cinta yang begitu luar biasa. Bahkan hatinya belum pernah dirambati cinta sedahsyat cintanya pada Yusuf.
    Aku berlindung kepada Allah dari cintamu.....
    Kalimat Yusuf ini tentu mengejutkan muridnya yang menyatakan cintanya.
    Kemudian Yusuf pun menjelaskan. Agar semua kita belajar. Kepada siapapun cinta ini kita kirimkan. Dari manapun cinta itu kita dapatkan.
    Dulu Yusuf sangat dicintai ayahnya dan hal ini membuat kecemburuan pada saudara-saudara Yusuf. Dan Yusuf pun harus merana justru karena cinta sang ayah. Yang mengirimnya ke dalam penjara sumur dan selanjutnya menjadikan ia seorang budak.
    Kemudian Yusuf yang tumbuh dalam istana di asuh oleh keluarga raja. Ketampanan Yusuf menjadi fitnah yang mengguncang kamar istri penguasa. Cinta tumbuh karenanya. Wanita itu menggoda Yusuf dalam jeratan cintanya. Yusuf berhasil keluar dari jaring laba-laba makar wanita. Dan cinta itu justru mengirim Yusuf harus mendekam dalam penjara bertahun-tahun lamanya.
    Ya, karenanya cinta yang kita terima atau yang kita kirimkan tak boleh menjadi penjara. Karena penjara membatasi ruang gerak kita.
    Kecintaan orangtua kepada anaknya tidak boleh membuat anak-anak terbang rendah serendah orangtuanya. Mereka mempunyai kehebatan yang melebihi kita. Itu harus kita yakini. Biarkan mereka terbang tinggi ‘meninggalkan’ kita.
    Jangan atas nama cinta ilmu mereka menjadi kerdil. Mereka diarahkan kepada ilmu yang tidak dinikmatinya. Ilmu Islam mereka sama compang-campingnya dengan orangtuanya. Mereka tak mempunyai Al Quran, karena menghapal Al Quran di waktu kecil dianggap tidak ramah otak. Mereka dijejali dengan berbagai ilmu tapi tak satupun ilmu yang membuatnya menjadi ahli.
    Jangan atas nama cinta kesehatan mereka malah terganggu. Mereka hidup ‘sangat higienis’ tak boleh lepas sandal di manapun, haram menyentuh tanah karena kotor dan bercacing, tak boleh merasakan berkahnya tetesan hujan karena dianggap hujan pembawa sial.
    Jangan atas nama cinta ujungnya kita menyesal karena mereka tak kunjung sholeh. Mereka selalu dianggap kecil padahal telah baligh. Apapun kesalahan dilegalkan dengan kata: masih kecil. Padahal sekali lagi, sudah baligh. Cara berpakaian yang aneh di waktu kecil. Lagi-lagi berdalih: masih kecil. Shalat yang tak terjaga. Puasa yang tak terlatih.
    Itu cinta orangtua yang memenjarakan anak-anaknya.
    Kecintaan seseorang pada pasangannya, juga tak boleh memenjarakan. Sehingga tugas-tugas mulia sebelum menikah terhenti karena pernikahan. Ini sangat aneh, karena dalam Islam pernikahan itu melengkapi setengah agama. Itu seharusnya, pernikahan membuat kita hidup semakin produktif.  Bukan sebaliknya.
    Jangan atas nama cinta, dia tak lagi bisa menuntut ilmu. Sibuk dengan rutinitas rumah tangga yang padat.
    Jangan atas nama cinta, dia kelelahan sehingga tak lagi seproduktif dulu. Sibuk mengurusi kecemburuan. Lelah dengan pertikaian. Penat dengan setumpuk masalah.
    Jangan atas nama cinta, kakinya terikat sehingga tak bisa lari. Padahal banyak yang harus dikejarnya. Banyak yang harus segera diselesaikan. Bukan justru mundur beberapa langkah.
    (jangan salah paham dengan kalimat ini, karena benar bahwa wanita mempunyai rumah yang memberi kemuliaannya dan bukan di luar sana)
    Tapi cinta tak boleh memenjarakan. Membatasi ruang gerak. Justru dengan cinta seharusnya gerak kita semakin bergelora, bergairah dan lebih menghasilkan.
    Cinta pernah bercerita kepada kita bahwa ia pernah membuatkan dua penjara bagi manusia mulia. Penjara sumur dan penjara jeruji besi.
    Bukan cinta ini yang kita mau...

    Sumber : Penjara Cinta

    Penelitian Ilmiah Tentang Manfaat Pernikahan di Usia Muda

    Pernikahan belia adalah sesuatu yang diperintahkan Nabi yang mulia sebelum 14 abad yang lalu. Hari ini, para peneliti menemukan bahaya memperlambat pernikahan dan menjauhinya. Bahkan mereka mengulang-ulang kalimat Nabi yang agung tanpa mereka sadari.
    Setiap para ilmuwan mengungkap sebuah ilmu yang baru, selalu dijumpai ternyata Nabi alaihish sholatu wassalam tidak pernah terlewatkan menyebutnya! Al Quran adalah kitab ajaib yang mencakup rahasia langit dan bumi. Dan sunnah –tanpa diragukan lagi- bahwa ia juga wahyu dari Allah tabaraka wata’ala. Untuk itulah, ia seperti Al Quran yang mencakup rahasia, keajaiban dan mu’jizat yang tak terhitung jumlahnya.
    Sebelum saya paparkan kepada para pembaca tercinta penemuan para ilmuwan terakhir tentang pernikahan belia, saya ingat bagaimana kaum atheis dan sekuler menghina hadits-hadtis Nabi shallallahu alaihi wasallam. Di mana mereka mengolok-olok  pernikahan belia yang tercantum dalam sabda Nabi: (Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian yang memiliki kesanggupan maka menikahlah). Mereka berkata: sesungguhnya Muhammad tidak mempunyai ambisi apapun kecuali masalah pernikahan dan anak.
    Tetapi datanglah ilmu yang mengungkap kebenaran Nabi dan dustanya pernyataan kaum atheis itu!
    Sejak beberapa tahun yang lalu, semenjak meningkatnya masalah penyakit AIDS dan penyakit-penyakit seksual lainnya yang menimpa jutaan manusia yang disebabkan oleh zina dan perbuatan keji, para peneliti menyerukan pentingnya pernikahan belia untuk menjaga kesehatan individu dan menyelamatkannya dari kematian yang disebabkan oleh kekejian dan kelainan seksual tersebut.
    Para ilmuwan menemukan bahwa pernikahan terlambat, yaitu yang terjadi setelah usia 40 tahun mempunyai keburukan-keburukan sosial dan psikologis. Keadaan psikologis manusia sangat membaik ketika ia mempunyai pasangan dan anak. Sebagian penelitian pun mengamati bahwa mereka yang tidak menikah dari kalangan orang-orang berusia tua, lebih berluang besar terkena serangan jantung dan keguncangan jiwa.
    Kemudian datanglah sebagian penelitian yang menguatkan pentingnya pemenuhan sisi perasaan pada diri manusia agar ia menikmati kesehatan yang lebih baik. Mereka menguatkan bahwa orang-orang yang menikah lebih bahagia dan memiliki imunitas tubuh yang lebih kuat dibandingkan mereka yang lebih memilih hidup sendiri tanpa pasangan. Di sinilah terlihat dengan jelas kebenaran firman Allah:
    (وَمِنْ آَيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ)
    Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Qs. Ar Rum: 21)
    Ayat ini mengisyaratkan ketenangan jiwa yang terjadi pada manusia setelah ia menikah dengan kata (لتسكنوا = Agar kalian tenang). Ayat juga mengisyaratkan untuk pemenuhan sisi perasaan dengan firman Nya (مودة ورحمة = rasa kasih dan sayang). Ini adalah kemu’jizatan ilmiah yang tidak diketahui oleh seorang pun masa itu. Bahkan para rahib menduga bahwa pernikahan itu membahayakan manusia, maka mereka pun menjauhi pernikahan. Karenanya Rasulullah melarang: Tidak ada kerahiban dalam Islam!
    Pada penelitian yang lain, para ilmuwan mendapati bahwa orang yang menikah mempunyai kemampuan lebih besar untuk berkontribusi dan berinovasi. Wanita yang menikah mempunyai lebih banyak kekuatan cinta, kelembutan dan karya. Penelitian menyatakan bahwa mereka yang telah tua dan belum menikah mempunyai kecenderungan perilaku permusuhan dibandingkan yang lain. Di waktu bersamaan mereka mempunyai kecenderungan untuk menyendiri. Hal itu disebabkan mereka menyalahi sunnah kauniyah dan tabiat.
    Adapun penelitian yang paling terakhir sebagaimana yang dipublikasikan oleh Koran Daily Mail Inggris tentang fenomena aneh yang diamati oleh para peneliti di Universitas Aarhus, Denmark (Ini adalah negara yang mempunyai prosentase pemahaman atheis yang sangat besar), setelah mereka melakukan penelitian terbesar di bidang ini di mana dilakukan pada 100.000 anak. Mereka mendapati bahwa anak-anak yang dilahirkan dari ayah yang berusia belia mempunyai umur lebih panjang dibanding yang lainnya. Pernikahan terlambat pun menyebabkan kelahiran anak yang mempunyai prosentase keguncangan lebih besar.
    Di tengah pengamatan mereka terhadap 100.000 anak itu, mereka membuat statistik detail tentang kesehatan anak-anak. Dan mereka mendapati bahwa anak-anak yang meninggal sebelum berumur  1 tahun berjumlah 831 anak. Kebanyakannya terlahir dari para ayah yang terlambat dalam menikah. Mereka juga menemukan yang lain dalam penelitian ini seperti perbedaan tingkat kecerdasan dan yang lainnya. Inilah kalimat mereka yang mengingatkan tentang bahaya terlambatnya pernikahan:
    The researchers warned: The risks of older fatherhood can be very profound and it is not something that people are always aware of.
    Yaitu, para peneliti mengingatkan para ayah yang terlambat, membawa resiko bahaya dan dalam yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Dan mari kita lihat bagaimana para peneliti Denmark menyerukan dan mengingatkan bahaya menjadi ayah terlambat (padahal mereka adalah ilmuwan yang kebanyakannya atheis dan tidak mengakui Islam).
    Maka saya katakan: Subhanallah! Bukankah ini yang seruan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam 14 abad yang lalu!!
    Bukankah Nabi agung itu yang bersabda: Siapa yang membenci sunnahku, bukan dari golonganku!
    Lihatlah bagaimana Nabi shallallahu alaihi wasallam berlepas diri dari manusia yang menolak pernikahan dan bagaimana beliau mengungkapkan pernikahan sebagai ibadah dan sunnah yang akan Allah berikan pahala bagi yang melaksanakannya. Lihatlah bagaimana Nabi membawa ajaran-ajaran yang kesemuanya adalah kebaikan, manfaat dan untuk menjauhkan kita dari berbagai penyakit.
    Sebagian penelitian mengisyaratkan bahwa di dalam tubuh setiap kita mempunyai waktu khusus untuk menikah! Ada waktu dan umur terbatas, di mana seseorang harus menikah. Yaitu pada usia dua puluhan atau lebih sedikit. Jika ia terlambat, akan memberi dampak pada sel-sel tubuh, sperma, ovum. Selanjutnya akan membuka peluang besar untuk terjadinya masalah kejiwaan dan fisik yang akan menimpa anak-anak.

    *Sebuah web pribadi milik Ir. Abdul Daeem Al Kaheel, seorang ilmuwan dan peneliti yang telah lama meneliti kemu’jizatan ilmiah Al Quran dan Sunnah yang telah menulis sangat banyak makalah ilmiah dan buku-buku yang salah satunya menyabet penghargaan Dubai Internasional kategori Al Quran Al Karim: Angka 7 dalam Al Quran
     
     
    Ketika Abu Salamah radhiallahu anhu sedang sakaratul maut, Ummu Salamah yang ada di sampingnya bertanya sedih: Kepada siapa kau serahkan diriku? Abu Salamah menjawab dengan doa: Ya Allah, sesungguhnya Engkau bagi Ummu Salamah lebih baik dari Abu Salamah. (HR. Abu Ya’la, dishahihkan oleh Al Albani dalam Silsilah Shahihah)
    Setelah Abu Salamah meninggal, Rasulullah melamar Ummu Salamah.
    Berikut penuturan langsung Ummu Salamah tentang kisahnya dilamar Rasulullah,
    “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah dan berkata sebagaimana yang diperintahkan Allah (innalillahi wa inna ilaihi rajiun), ya Allah beri aku pahala dalam musibah ini dan berilah ganti yang lebih baik darinya, kecuali Allah akan memberinya ganti yang lebih baik.
    Ummu salamah berkata: Ketika Abu Salamah meninggal, aku berkata: adakah muslimin yang lebih baik dari Abu Salamah? Keluarga pertama yang hijrah menuju Rasulullah. Kemudian aku membaca doa tersebut dan Allah mengganti untukku Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
    Ummu Salamah berkata: Rasulullah mengutus Hathib bin Abi Balta’ah untuk melamarkanku untuk beliau.
    Aku pun berkata: Aku ini mempunyai anak dan aku wanita yang sangat pencemburu.

    Rasul menjawab: Adapun anakmu kita berdoa semoga Allah memberinya kecukupan dan aku berdoa kepada Allah agar menghilangkan cemburu itu.” (HR. Muslim)
    Dalam Al Ishobah, Ibnu Hajar menambahi kisah di atas. Ummu Salamah berkata:
    “Ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam melamarku, aku berkata kepada beliau: aku punya tiga masalah: Aku sudah berusia, aku wanita banyak anak dan aku sangat pencemburu.
    Beliau menjawab: Aku lebih berusia darimu, adapun anak-anak serahkan kepada Allah dan adapun cemburu aku berdoa kepada Allah agar Dia menghilangkannya darimu.
    Dan Nabi pun menikahinya.”
    Dalam Al Ishobah karya Ibnu Hajar dan Ma’rifatush Shahabah karya Abu Nu’aim, disebutkan bahwa Ummu Salamah menuturkan,
    “Ketika selesai masa iddahku, beliau minta izin untuk menemuiku. Saat itu saya sedang menyamak kulit. Akupun mencuci kedua tanganku. Aku kemudian mengizinkan beliau. Aku letakkan bantal kulit berisi serat kulit pohon. Beliau duduk di atasnya. Beliau melamarku.
    Ketika beliau selesai bicara aku berkata: Ya Rasulullah, aku tidak setara denganmu, adapun aku tertarik kepadamu. Tetapi aku ini seorang wanita yang sangat cemburu, aku takut engkau melihat dariku sesuatu yang tidak kau sukai hingga kelak Allah akan mengadzabku karenanya. Aku seorang wanita yang sudah berusia. Dan aku mempunyai anak-anak.
    Rasul menjawab:
    Adapun yang kau sebutkan tentang cemburu, Allah akan menghilangkannya darimu. Sedangkan usia, aku pun berusia sepertimu. Dan tentang anak-anak, anak-anakmu adalah anak-anakku.
    Ummu Salamah menjawab: Aku terima ya Rasulullah.
    Rasul pun menikahi menikahinya. Ummu Salamah berkata: Allah telah menggantikan Abu Salamah dengan yang lebih baik darinya.”
    Ummu Salamah dilamar Nabi setelah selesai masa iddahnya. Tak perlu ditanyakan persetujuan dan bahagianya Ummu Salamah. Tetapi dia merasa bahwa dirinya tidak setara dengan beliau. Dia khawatir hanya akan menjadi beban bagi Rasulullah. Karena sadar ketidaksetaraan itu.
    Karena Ummu Salamah mempunyai tiga masalah besar:
    Ummu Salamah mempunyai sifat cemburu yang besar. Sebagai wanita mulia, dia sangat khawatir akan membuat suaminya kelak murka dan karena itu ia akan mendapatkan adzab Allah. Begitulah wanita shalihah. Dia khawatir kecemburuan menjerumuskannya berbuat perbuatan yang membuat suaminya marah dan kemudian Allah pun murka karenanya.
    Ummu Salamah merasa telah berusia. Walaupun sebenarnya saat itu usianya baru di kisaran 27 tahun. Tetapi Ummu Salamah sedang membandingkan dirinya dengan Aisyah (9 tahun) dan Hafshah (21 tahun) yang telah dinikahi Nabi.
    Ummu Salamah mempunyai anak-anak. Disebutkan dalam sejarah bahwa Ummu Salamah mempunyai tiga anak: Salamah, Umar dan Zainab. Anak-anak yang masih kecil ini akan menjadi beban bagi suaminya kelak.
    Ummu Salamah memang wanita cerdas. Ia yang senang dilamar Rasul, menjelaskan di depan semua masalah tentang dirinya. Hingga kelak suaminya tidak terkejut dengan keadaan dirinya dan telah siap menghadapi semuanya. Mengingat Ummu Salamah bukanlah seorang gadis yang hadir seorang diri tanpa beban dan masalah.
    Ini menjadi pelajaran mahal bagi siapapun akan menjalani hal serupa. Seorang wanita janda yang telah berpengalaman berumah tangga dengan laki-laki sebelumnya, hendaknya mengisahkan semua hal yang berpotensi menimbulkan masalah bagi rumah tangga barunya. Pun laki-laki yang ingin menikahinya harus mengukur kemampuan dirinya dan kesiapannya menghadapi semua masalah tersebut.
    Rasulullah memiliki jawaban untuk ketiga masalah yang disampaikan oleh Ummu Salamah. Menunjukkan kesiapan beliau.
    Rasulullah menjawab tentang calon istrinya yang merasa sudah berusia, bahwa beliau pun telah berusia bahkan lebih. Jelas jauh berbeda, karena saat itu Rasul telah berusia 57 tahun. Setidaknya terpaut 30 tahun beda dengan Ummu Salamah.
    Selesai satu permasalahan, berikut jawaban untuk masalah kedua.
    Rasulullah menjawab tentang anak-anak Ummu Salamah, bahwa beliau mengajak Ummu Salamah untuk menyerahkan kepada Allah. Ini menarik. Karena pembahasan tentang anak-anak, apalagi seorang ibu janda yang membawa anaknya dan anak-anak akan mendapatkan ayat tiri. Jika kita mengukur hari ini, kata tiri sering kali menjadi momok. Maka, kata yang sangat tepat bicara tentang anak-anak dan masa depan mereka adalah menyerahkan kepada Allah yang Maha Memelihara, Mengetahui masa depan, dan Maha Pemberi Rizki.
    Tapi Rasul pun memberikan jaminan sebagai manusia: Anakmu adalah anakku. Begitulah yang harus dilakukan. Inilah yang harus disadari oleh seorang laki-laki yang mau menikahi seorang janda dengan membawa anak. Ia tidak boleh hanya mencintai ibunya tapi mengabaikan anak-anak. Karena kebahagiaan seorang ibu tak hanya pada dirinya yang diperhatikan, tapi juga pada anak-anaknya yang dibahagiakan. Membahagiakan anak-anaknya berarti melengkapi kebahagiaan ibunya. Rasul bertanggung jawab penuh terhadap anak-anak Ummu Salamah. Walau mereka bukan anak kandung Nabi.
    Dan masalah ketiga, berbeda dengan dua masalah di atas.
    Rasulullah menjawab tentang sifat cemburu Ummu Salamah yang besar. Apalagi dia bukan istri satu-satunya. Sudah ada istri-istri sebelumnya. Pasti posisi Ummu Salamah yang sangat pencemburu itu tidak mudah. Dia membayangkan ketidaknyamanannya terhadap keberadaan wanita-wanita yang lebih dahulu telah ada di kehidupan Nabi. Yang bisa jadi hadir di benak Ummu Salamah adalah bahwa dia hanyalah seorang wanita baru di keluarga Nabi. Dia pasti sudah membayangkan perilaku Nabi di antara istri-istrinya akan membuatnya cemburu. Sebagai wanita mukminah yang baik, dia tidak mau berbuat maksiat karena cemburu yang akan menimbulkan tindakan tidak nyaman darinya kepada calon suaminya.
    Dan ternyata, Rasul tidak punya jawaban.
    Tidak ada jaminan dari diri beliau sebagai manusia. Tidak sama dengan dua masalah di atas yang beliau memberikan jawaban dari diri beliau sebagai seorang makhluk. Dalam bab cemburu, Nabi hanya bisa berkata: Semoga Allah menghilangkannya darimu. Beliau hanya bisa menyerahkan kepada Allah. Mengapa? Jawabnya jelas, karena itu urusan hati. Dan bukankah beliau sendiri yang mengatakan bahwa hati ada di antara jari-jari Allah yang Maha Rahman. Bukan beliau sendiri yang berdoa: “Ya Allah inilah pembagianku di antara istri-istriku yang sanggup aku lakukan, maka janganlah Kau hukum aku pada sesuatu yang tidak aku miliki dan itu Kau miliki.” Nabi sedang membicarakan tentang pembagian fisik yang harus adil dan beliau sanggup melakukannya. Tetapi tentang pembagian hati, beliau harus menyerahkan kepada Allah.
    Keluhan Ummu Salamah tentang cemburu hanya mendapat jawaban doa. Pelajaran bagi setiap keluarga tentang cemburu yang diduga akan merusak jika telah melampaui batas. Meringankannya dengan mengadu kepada yang Maha Menggenggam hati.
    Dengan semua jawaban dan jaminan Nabi sebagai manusia itu, pernikahan berkah itupun berlangsung. Dan benar-benar Ummu Salamah adalah pendamping Nabi yang luar biasa. Membaca sejarah keluarga mulia ini, kita bisa belajar peran Ummu Salamah yang dahsyat dalam kebesaran kehidupan Rasulullah.
    Untuk urusan cemburu yang Nabi tidak bisa memberikan jaminan, apakah kekhawatiran Ummu Salamah terjadi. Ternyata Rasul hidup nyaman bersama Ummu Salamah. Menunjukkan bahwa Rasul dan Ummu Salamah berhasil dalam doanya. Untuk meredam cemburu yang melampaui batas.
    Tapi bacalah kisah dalam Ath Thabaqat Al Kubra karya Ibnu Saad berikut ini. Dari Abdurrahman bin Al Harits,
    “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sedang di perjalanannya. Dalam perjalanan itu beliau bersama Shafiyyah binti Huyay dan Ummu Salamah. Rasulullah mendekat ke Haudaj (ruangan di atas punggung unta) yang dihuni oleh Shafiyyah binti Huyay. Sementara Rasul menduga bahwa itu adalah Haudaj Ummu Salamah. Dan hari itu adalah jatah Ummu Salamah. Rasulullah pun berbincang dengan Shafiyyah (karena salah duga haudaj). Maka Ummu Salamah pun cemburu. Setelah Rasul tahu bahwa ternyata ia berbincang dengan Shafiyyah, maka beliau mendatangi Ummu Salamah. Dan Ummu Salamah berkata: Engkau berbincang dengan putri yahudi di hari jatahku, padahal engkau Rasulullah!
    Tapi setelah itu Ummu Salamah menyesal dengan kalimatnya. Dan memohon ampun pada Allah atas ucapan itu.
    Dan Ummu Salamah berkata: Ya Rasulullah mohonkan ampun untukku. Yang membuatku seperti itu adalah kecemburuan.”
    Dari kisah tersebut, ternyata Ummu Salamah tetap mempunyai rasa cemburu. Maka berarti yang disampaikan Nabi semoga Allah menghilangkannya adalah kecemburuan yang salah dan menyebabkan keburukan. Adapun kecemburuan bukti cinta ia akan tetap ada. Dan justru menjadi bukti cinta.

     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Tutorial Cara Berjilbab - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger